Manajemen Waktu
Oleh : Deni Ardini*
Disampaikan pada Tatsqif (Tarbiyah Tsaqofiyah) Rohis Adz-Dzikru SMKN 1 Kota Bekasi
Bismillahirrahmanirrahiim.
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bagaimana kabar teman-teman saat ini? … Semoga Allah selalu memberikan kalian Rahmat dan Hidayah-Nya. Aamiin.
“Demi Masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan orang yang senantiasa berwasiat dalam kebenaran dan senantiasa berwasiat dalam kesabaran.” (Al-Ashr:1-3)
Kita semua adalah musafir, sekarang kita sedang berada disini, didalam gerbong kereta waktu yang membawa kita melaju dalam perjalanan hidup. Adapun stasiun tempat kelak kereta waktu berhenti adalah liang kubur. Maka, ketika kereta waktu kita berhenti, lalu engkau keluar dari gerbong, engkau hanya berpindah gerbong lain dari kereta waktu yang akan mengantarkanmu ke padang pertanggungjawabannya.
‘Sudah Siapkah kita untuk pindah ke gerbong lain???
Mau tau modal kesiapannya… Yu………!!! Ok “MANAJEMEN WAKTU”
Definisi.
Bicara tentang waktu dan bagaimana kita mengaturnya, mungkin kita lebih mengenal dengan istilah manajemen waktu. Akan tetapi, apakah kita sudah mengetahui arti dari manajemen waktu? Secara definisi yang terpisah, arti manajemen berasal dari kata ‘manage’ yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. Sedangkan waktu dapat dikatakan dengan siang hari dan malam hari, satu hari satu malam ada 24 jam, 1 jam ada 60 menit, 1menit ada 60 detik (semua orang mendapatkan jumlah waktu yang sama). Atau waktu juga dapat dikatakan dengan umur yang diberikan oleh Allah kepada kita makhluk-Nya untuk tinggal di dunia, karena kita hidup di dunia tidak terlepas dengan ruang dan waktu.
Sehingga secara keseluruhan definisi manajemen waktu menurut saya adalah usaha manusia mengatur dan mengelola masa hidupnya di dunia yang diberikan oleh Allah agar hidupnya tersebut mendapatkan keridhoaan Allah swt (bahagia di dunia dan di akhirat).
“Waktu adalah modal utama dalam hidup kita. Maka berbahagialah siapapun yang pandai mengatur dan memanfaatkan waktu sehingga tidak berlalu sia-sia” (KH. Abdullah Gymnastiar)
Tabiat Waktu
- “Apa yang terpanjang, tetapi juga yang terpendek; yang tercepat. Tetapi juga yang terlambat; kita semua tidak mengindahkannya, tetapi setelah itu menyesalinya? Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa dia, ia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar?”
Itulah waktu.
Waktu adalah terpanjang karena ia ukuran keabadian; dan yang terpendek karena tiada seorang pun yang mempunyai waktu cukup untuk menyelesaikan tugas kehidupannya; bagi mereka yang gembira, waktu berlalu begitu cepat, tetapi bagi mereka yang menderita, waktu begitu lambat. Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa dia, karena waktu adalah satu-satunya pentas kehidupan kita. Waktu adalah unsur dasar pembentuk kehidupan! Ia menelan semua yang berfaedah dan mengekalkan smeua yang agung dan berguna bagi umat manusia.
Yang perlu Anda ketahui tentang waktu!
- Pada Setiap terbit fajar ada dua malaikat menyeru: “Wahai anak adam aku adalah hari yang baru, dan aku datang untuk menyaksikan amalan kamu, oleh sebab itu manfaatkanlah aku sebaik-baiknya karena aku tidak kembali lagi sehingga Hari Pengadilan. (Yaumul Mizan). (Al-Hadits)
- Setiap detik kehidupan kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
- Kebiasaan orang jepang
- Kemajuan teknologi begitu cepat.
- Kita punya jatah waktu yang sama (sehari 24 jam), apa yang membedakan kesuksesan?
- Yang membedakan orang berani dengan penakut, pemenang dengan pecundang dan orang kreatif dengan orang gila adalah TAKE ACTION!
- Lima belas menit sehari bermakna sebelas hari setahun, 30 menit sehari bermakna 22 hari setahun.
- “Dua nikmat yang disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan waktu luang.” (Al-hadits)
- Waktu berjalan begitu cepat, ditelan oleh seribu peristiwa kecil, yang sebagian besar tidak memberikan arti terhadap keberhasilan kita atau tanggungjawab kita sebagai manusia. ® buat rencana (manage time!)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr 59:18).
“Don’t put off till tumorrow what you can do today” (Jangan tunda besok apa yang bisa kau lakukan hari ini) pepatah dalam bahasa inggris tersebut klop benar dengan kisah Hasan Al-Banna dengan Umar Tilmisani. Melihat hari sudah sangat larut, Hasan Al-Banna masih saja bekerja menyelesaikan urusannya, Umar Tilmisani berucap “Ya Syaikh hari sudah larut, bukankah bisa kau tunda dulu dan besok kau lanjutkan lagi?”. “Ya Umar, apakah kau yakin besok kita ada usia?” Umarpun terdiam mendengar jawaban Hasan Al-banna.
Al-waqtu kassaif (Waktu adalah pedang). Laiknya pedang ia bisa bermata dua , apakah untuk kebaikan ataukah untuk keburukan.
Al-waqtu huwal hayat (Waktu adalah kehidupan itu sendiri) Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehipupan itu sendiri. Sebaliknya bila kita menginginkan kehidupan bernilai ibadah maka tak ada pilihan lain selain mewarnai dan mengisi waktu dengan ibada.
Kenali potensi diri!
- setiap kita punya waktu yang sama, sehari 24 jam.
- Anda tahu Einstein, orang yang paling pintar sedunia di zamannya(katanya)? Sebelum mati, ia berwasiat akan menghibahkan otaknya sebagai simbol kejeniusannya jika ia mati untuk diteliti oleh ilmuwan. Setelah diteliti, ternyata Einstein baru menggunakan 5-8 % kapasitas otaknya. Bayangkan! sisanya, masih dalam bentuk potensi manusia.
Yang membedakan orang berani dengan penakut, pemenang dengan pecundang dan orang kreatif dengan orang gila adalah TAKE ACTION! Lalu apa yang membedakan Einstein dengan kita?
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr 59:18).
Kiat Manajemen Waktu
Dalam teori manajemen, proses manajemen tidak terlepas dari istilah POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Evaluating). Dalam hal ini bagaimana kita mengaplikasikanya kepada waktu?
Planning: sebelum kita membuat langkah-langkah dalam manajemen waktu, sebaiknya kita harus mempunyai rencana hidup. Misalnya kita harus punya rencana 10 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 3 tahun kedepan, 1 tahun kedepan, 1 bulan kedepan sampai 1 minggu kedepan.
Dalam membuat perencanaan, sebaiknya kita harus dapat membuat perencanaan yang SMART (artinya pintar, cerdas,dst). SMART juga merupakan sebuah singkatan dari (Spesific, Measurable, Action related, Realistic, dan Time based).
- Spesific, kita harus dapat membuat perencanaan dengan jelas maunya apa, misal 10 tahun kedepan saya akan menjadi guru Matematika di SMKN 1 Bekasi.
- Measurable: artinya rencana yang telah kita buat itu harus terukur, punya parameter keberhasilan untuk menuju ke rencana tersebut. Misalnya menjadi guru Matematika di SMKN 1 Bekasi. Anda perlu memiliki dokumen mengenai peningkatan cita-cita anda.
- Action Related: adalah anda perlu menentukan sejumlah langkah yang berurutan semakin dekat dengan pencapaian sasaran anda. Misalnya: untuk menjadi guru matematika di SMKN 1Bekasi, anda harus kuliah di UNJ, UPI Bandung dan universitas yang ada pendidikan gurunya.
- Realistic: anda dapat mendiskusikan rencana anda dengan ortu, teman dan guru. Apakah cukup realistis jika anda menjadi guru? Mungkin Anda cocoknya jadi Dokter. Atau tukang insinyur kayak si Doel anak Betawi. Intinya potensinya anda ada dimana.
- Time-Based: maksudnya, setiap langkah yang udah kita rencanakan itu perlu kudu punya batasan waktu yang jelas. Misalnya kapan ikut SPMB, kapan lulus kuliah, kapan daftar di SMKN 1 Bekasi.
Organizing: adalah usaha kita untuk mengatur rencana kita dengan membuat jadwal-jadwal yang cukup jelas. Disiapin juga waktu tak terduga, khawatir ada kegiatan yang penting dan mendesak. Itulah tugas kita untuk mengaturnya, dan jangan terlalu ‘saklek’ atau ketat (junkis kaliJ) dalam pengaturan jadwal.
Actuating: simpelnya kerjain sekarang juga, jangan pake di tunda-tunda. Karena kalu ditunda-tunda pasti kerjaannya bakal numpuk
Controlling: inget… coblos… (eh salah) SUKA banget sih sama yang namanya salah, SUKA tuh sama Kebenaran (Pilihan Tepat) Ops… maksudnya inget selalu apa yang harus dikerjain dan apa yang sudah dikerjain dalam rangka mencapai perencanaan yang telah kita perbuat. Selalu di kontrol atau dilihat perkembangannya. Salah satu kelemahan organisasi adalah sistem kontrol yang kurang. So, stay tune pada rencana yang udah di buat. Pantau terus tuh rencana, jangan sampai ada yang melanggar (kayak panwaslu).
Evaluating: ya…, evaluasi pada akhir rencana atau pada tahapannya, kira-kira apa yang salah, apa udah betul tujuannya. Kalau salah, coba tanya kedalam diri kalian kenapa hal itu bisa salah. Dan kedepan kita bisa perbaiki lagi.
Panduan Untuk Menghemat Waktu
- Rancang Aktivitas harian Anda pada setiap pagi dengan mencatat hal-hal yang akan dikerjakan, dan tandai dengan coretan kalau sudah dikerjakan.
- Jangan mengunjungi teman tanpa menelponnya terlebih dahulu
- Senantiasa membawa pensil dan kertas atau nota kecil dalam kantong Anda sehingga Anda mampu mencatat rencana dan ide pada waktu terluang.
- Rancang waktu istirahat, dan coba menyesuaikannya dengan waktu sholat.
- Manfaatkan waktu terluang dengan membaca, menghafal, atau melakukan sesuatu yang konstruktif (membangun).
- Jika Anda punya janji, pastikan kedua pihak mengerti waktunya (+tempat) yang jelas.
- Aturlah waktu perjalanan Anda sesuai dengan jarak
- Siapkan semua benda yang dibutuhkan sebeluym melakukan suatu pekerjaan
- jauhi orang yang berpikiran dangkal dan tamak untuk mencuri waktu Anda yang sangat berharga.
10. Jangan melakukan perjalanan sendiri, jika Anda dapat menyelesaikannya dengan mengirim surat atau menelpon
11. Jika Anda mempunyai pesan dari seseorang atau berbelanja, tuliskan semua barang dan rencanakan perjalanan Anda
12. Jangan sia-siakan waktu!! Jangan juga tergesa-gesa, enjoy aja!!
Hal yang Perlu diingat tentang waktu
Ambil waktu untuk berpikir, ini adalah sumber kekuatan
Ambil waktu untuk bermain, ini adalah waduk kemudaan yang abadi
Ambil waktu untuk membaca, ini adalah dasar kebajikan;
Ambil waktu untuk berdo’a, ini adalah kekuatan terbesar di bumi;
Ambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, iman adalah kasihsayang dan kebencian
Ambil waktu untuk menjalin persaudaraan, ini adalah jalan menuju kebahagiaan;
Ambil waktu untuk senda gurau, ia adalah pelumas yang terbaik;
Ambil waktu untuk bersedekah, hidup ini terlalu singkat untuk egois;
Ambil waktu untuk bekerja, waktu adalah harga keberhasilan;
Tetapi jangan gunakan waktu untuk disia-siakan.
Ingat sabda Rosullullah Saw. :
“Rugilah barangsiapa yang dalam dua hari hidupnya sama saja”
Sebagian besar waktu dalam kehidupan kita dihabiskan bersama kawan-kawan. Apa jenis percakapan kita pada waktu itu? Renungkanlah kata-kata bijak berikut ini:
Orang yang berpikiran besar membicarakan gagasan,
Orang yang berpikiran biasa membicarakan peristiwa,
Orang yang berpikiran rendah membicarakan manusia,
Orang yang berpikiran dangkal membicarakan diri sendiri.
“Mulai saat ini, saya akan bekerja dengan kerja ikhlas, kerja mawas, kerja cerdas, dan kerja keras, sehingga kerja saya adalah kerja yang tuntas.”
“Bersama Allah, Saya bisa melakukan perubahan apapun dalam mencapai kesuksesan”
Selesai deh materinya, eh tapi ada beberapa kata-kata mutiara.
“Pikiran tak dapat dibatasi, Lisan tak dapat dibungkam, Anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kita tidak disibukan dengan hal-hal besar, maka kamu akan disibukan dengan hal-hal yang kecil” (Syaikh Abdul Wahab Azzam)
Daftar Pustaka :
- Makalah Manajemen waktu, Anwar Hadi M (Psikologi UI ‘00)
- Manajemen waktu, DR. Yusuf al-Qardhawi
- Setiap saat bersama Allah, H.M. Anis Matta,Lc
- Model Manusia Muslim Abad XXI,sda
- Personal Development Training, Jen Z.A. Hans
- Buletin RepaRASi, “Yang Muda,yang memimpin”, H. Ahmad Syaikhu, Ak
“Ya Allah, Jadikanlah kerja kecil ini sebagai kendaraanku menuju ridho dan surga-Mu”
“DI SINI KUTUMPAHKAN SEMUA HARAPANKU PADAMU, YA ALLAH”
*Pembelajar Sejati…! yang kini sedang belajar di Life University, Pengalaman dan kegagalan adalah Guru terbaikku…
Suksesi tulisan ini adalah jika ada satu-dua hati yang mulai bergerak dan mulai bekerja… Mencoba memahani makna-makna, lalu secara diam-diam merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya…
